Selasa, 21 Mei 2013


Sabtu, 18 Mei 2013

[RIN] gak tau :v

chap 1
brs:#bersihin apel 
vuto(?):WOOIH! MINTA DONG!
brs:==" wokehlah! #ngasih apel 
votu:YAYAYYYAUUUUA(?!) #pergi 
rin:Blaack! mana apel yang kena pup tadi?! OAO 
brs:aku kasih ke vuto...
rin:sudah kuduga kamu akan melakukannya =w=

chap 2
rin:#banting kasur (busa)
SeeU:NGAPAIN WOI!?
BRS:gayaknya dia lagi ngamuk ya?
rin:GAK! GUE SENANG! ya gak lah! aku ngamuk karena kelas ku ada konser buatan dan lagunya itu LAGU CEJEER DAN CHICKEN WINX! MENGGELIKAN!
SeeU+BRS:gi...gitu ya! ==" 
BRS:untung kita gak sekelas ya..!
rin:apa katamu? #nyiapin roda rora 
BRS:ampun ndoro.... QAQ 

DAAAAAN.... SEGITULAH YANG KUBERIKAN!
KRISAAAAR! >O</

RIN 

AWAS!, Black Rock Shooter!!!!!!!!!!!!! AAAAA!!!,,,,,

         Di sekolah, BRS-chan sedang main volley bersama teman - temannya, dan...... DUUUUUUKKK!!!!!!, "AAUUUUUUU!!! SAKIT!!!!!,,," ucap BRS-chan. BRS: "siapa yang lempar bola volley nya ke kepala ku,,, untung gak benjol.... ihhh!" Gumi-san: saya,,,, sorry ya,, gak sengaja...  BRS : "oh, iya... gak apa - apa kok, asalkan kamu sudah mengakui dan minta maaf sama aku.... hehehe,,!" Gumi : iya,,, "sorry banget ya...."
BRS : "iya,, ku maafin kok,"


                                        -THATS ITS A FRIENDSHIP,,,, THE END......-

by : BRS KBF...

BRS-chan Mengatakan kata TV!

suatu hari, Black Rock Shooter dan Rin sedang terlambat salat zuhur di sekolah.... dan ia dihukum oleh gurunya di belakang orang yang sedang salat,,, pas orang didepannya (orang yg lagi salat) rukuk, wkwkwk!!!,,, taunya BRS-chan mengatakan : "Waaaawww.... TV?!<<<" dan Rin-san pun bertanya : "TV apa?,,," BRS-chan : "coba deh kamu liat ke depan......(sambil menahan tawa,,,)" Rin-san : WAAAAOOOOUUUAAWWW!!!!, Mataku!....., itu adalah hal lelucon yang paling hebat nomor 3 dalam hidup ku..,,!" BRS-chan : "wkwkwkwkwk!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!,,,"

Jumat, 17 Mei 2013

[VY1 Mizki] Di Saat Hujan

Wokeh,ini cerita pertamaku di blog
Maafkan ane kalo ada yang salah~


Di Saat Hujan

Sore itu,di kota.. (apa aja deh) sedang hujan.Aku duduk di sebelah jendela yang berdebu karena belum kubersihkan.Mau tau aku sedang apa? (hanya di tri :v #plakk) Yap,aku sedang menunggu saudaraku pulang (siapa yang jawab tadi yah?)

Sejam kemudian... (cepet bener)
VY2 Yuuma pun belum datang.
Apakah gerangan? (ceilahh :v)
Tak beberapa lama kemudian,seseorang mengetuk pintu.
Aku membuka pintu
Dan yang datang adalah..
"Kyaa!!! Zombie! Zombie!" Teriakku sambil melemparkan piring ke arah orang itu (sadiss..)
"Apa apaan sih lu?! ane Yuuma bro,Yuuma!" Zombie itu mengaku dirinya Yuuma!
"Ane kaga percaya!" Kataku sambil terus melemparkan piring.
"Wokeh,nih buktinya." Orang yang kusebut zombie memberikan pedang Yuuma.
"Ngg...Berarti kamu Yuuma yah? Kok bebek belur..Eh,babak belur begitu? Abis dikejar setan vrohh?" Kataku sambil membuatkan secangkir cokelat panas untukku dan dia.
"Tadi itu ceritanya gini.." Katanya sok serius (lebayy mode ON )
"Tadi kan ane naek motor,pas baru pulang dari rumah my teacher yang cantik,si 96Neko,nah,ane ketemu makhluk jadi jadian.Ane ketabrak tuh,sama dia.Jalannya ngebut banget kayak kilat." Ceritanya dengan suara berat (?)
Yuuma pun menghela nafas,kayak orang sakit (?).
"Ngg..Gimana kalo besok kite liat? Setuju? Ato sebutuh?" Kataku sambil mangambilkan handuk untuknya.
"Vokeh lah kalo begitu" Jawabnya sambil lari ke kamar mandi (?)


Keesokan harinya..
Kami telah sampai di pinggir jalan,di balik semak semak.Kami menunggu sekitar 10 menit.
Makhluk itu belum datang juga
"Woy,mane setannya? Katanye deket sini.."Jawabku dengan muka bosan.
"Iye,sabar dikit kenapa?" Jawab Yuuma sambil menjitakku.

20 menit kemudian..
"Eh,itu kaga?" Tanyaku sambil jingkrak jingkrak (?).
"Kayaknya iye sih.." Jawab Yuuma

Makhluk itu mendekat...
Dan... (MATI :v #niru iklan)
Kami langsung "gubrak" bersama
Ternyata..
ITU MIKU YANG SEDANG MEMAKAI SEPATU RODA 4!
Dan tragisnya,kami terpelaset saat ingin pulang.

The End
sori abal" :v

VY1 Mizki

Senin, 06 Mei 2013

[GUMI] Lagu Yang Direkomendasikan Gumi

Hai minna! Gumi kembali *Ngerusuh* Ada beberapa lagu yang harus masuk kamus lagu favorit kalian nih *Pemaksaan* 

Servant Of Evil
Lagu yang pertama menurut Gumi adalah "Servant of Evil"
Menurutku sih lagu ini memang punya bakat bikin nangis kali ye *Dihajar* this song made by Mothy, also known as Akuno-P(悪ノp) *Kok jadi bahasa Inggris?*  Dan saya yakin lagu ini sudah tak asing lagi untuk kalian semua. Tapi biar lebih jelas lagi saya akan menjelaskan tentang lagu ini.
Jadi nih ye, ceritanya ada seorang putri yang kejam *Plaak!* (Baca : Daughter of Evil) tapi ternyata sang putri (Rin Kagamine) memiliki seorang saudara kembar dan mereka dipisahkan oleh orang tua mereka, bisa dilihat pada kalimat : "Tetapi demi kepentingan orang dewasa yang egois, masa depan kita terbagi menjadi dua". Dan asal tau kembaranya Len Kagamine *Udah tau* sang Servant sangat setia kepada sang putri. Suatu hari, di negeri tetangga sang servant menemui seorang gadis hijau dan dia jauh cinta pada pandangan pertama. Namun, sesuai keinginan sang putri, sang servant membunuh gadis hijau itu. Semua rakyat pun mengkudeta sang putri dan rencananya mereka akan membunuhnya. Lalu sang servant (Yang begitu setia) menggantikan posisi sang putri. Jadinya sang servant yang dihukum mati QAQ
SEKIAN
Ayano's Happiness Theory (Ayano's Theory of Happiness)
Saya salah satu manusia yang menangis karena lagu ini. Lagu ini menceritakan tentang Ayano Tateyama (Gak tau dia siapa? Baca tentang "Kagerou Project"). Saya kasih rincian jalan ceritanya ...

Ayano selalu memikirkan tentang keluarganya dan suatu hari ada 3 orang anak yang di adopsi oleh orang tua Ayano dan mereka adalah Kano, Seto dan Kido (Baca : Kagerou Project). Di dalan sebuah rumah bendinding bata merah. Mereka berempat sedang bekumpul. Mata Seto, Kido dan Kano berwarna merah dan mereka berkata "Aku adalah monster". Mendengar kalimat adik angkatnya itu Ayano berkata "Itu semua tidak benar, warna merah adalah warna seorang pahlawan, jadi jangan takut" semenjak saat itu, mereka bermain seakan-akan seorang agen rahasia atau pahlawan. Ayano selalu memikirkan apa yang di sukai ketiga adiknya dan cara agar dia menjadi seorang kakak yang baik. Tapi tiba-tiba, ibu Ayano meninggal dunia, ayahnya -Tateyama Kenjirou- pun stres, ada adegan dimana Ayano sempat melihat isi buku milik ayahnya, ternyata karena stres, ayahnya pun ingin membuat percobaan dengan bahan kedua sahabatnya, yaitu Takane dan Haruka yang berubah menjadi Ene dan Konoha. Sesungguhnya Ayano ingin semua orang memiliki masa depan yang bahagia. Dan itu hanyalah rencana Ayano sendiri. Dan dia juga ingin Seto, Kano dan Kido tetap tersenyum dan tertawa bersama.

Dan tiba-tiba terlintas di pikiran saya, ini juga asal-usul dari Mekakushi-dan *tapi itu menurut saya* 

Electric Angel

Electric Angel adalah lagu yang selanjutnya. Lagu ini dinyanyikan oleh Hatsune Miku, tapi saya lebih suka Rin dan Len Kagamine ver. *Plaak!*.

Lagu ini menceritakan tentang perasaan Rin dan Len (Atau Miku) saat bersama para fans mereka. Untuk video yang satu ini, Rin dan Len itu ... KAWAII BANGET! *Kok jadi bahas itu?* Dimulai dari Rin yang menceritakan alasannya kenapa dia suka menyanyi, Rin suka bernyanyi karena para fans-nya yang menyukai suaranya, bahagia mendengarkan lagunya dan perasaan Rin terisi penuh oleh para fansnya. Yang kedua adalah Len yang menceritakan kalau dia tidak ingin sendiri karena dia akan menghilang atau lenyap, LENYAP, LENYAP, LE-- *dihajar*. Namun suatu hari para fans Len memberika sebuah lagu padanya dan semenjak hari itu perasaan Len dipenuhi oleh para fansnya. Hati Rin dan Len pun menjadi sangat berdebar-debar. 

Dan lucunya lagi nih ya, setiap cursor mengarah pada Rin, Len akan cemburu dan sebaliknya XD

A Tale of six Trillion years and a night


Dan lagu yang ketiga adalah lagu ini *Iya! Lagu apa?* aku suka lagu ini karena yang nyanyi IA *Fans IA*
dan karena jalan ceritanya yang menarik. Ini dia ceritanya :

Dikisahkan, di sebuah desa ada seorang anak laki-laki. Dari lahir, anak laki-laki itu sudah di juluki anak iblis, sehingga tubuhnya harus mendapatkan luka dan hukuman setiap harinya. Anak ini sangat merindukan genggaman tangan ibunya yang hangat, lalu ia berkata "Aku tidak tau" *Itu mah lirik lagunya*. Setelah itu, seorang anak perempuan muncul, kakinya dirantai. Saat ditanya "Siapa namamu?" anak itu hanya diam dan lirik dalam lagu tersebut berkata "Maaf, tapi aku tidak punya nama dan lidah". Lalu, kedua anak yang dibenci itu pun bertemu. Mereka bermain bersama dan menghilang bersama matahari yang terbenam, dan mereka juga berharap AGAR MANUSIA SELAIN MEREKA MENGHILANG. Widiih!

Kagerou Days

Lagu ini adalah lagu kesukaan saya *Plaak!* dan lagu ini akan menjadi penutup acara kita malam ini(?). Pokoknya lagu ini sesuatu *Plaak!*

Diceritakan ada seorang anak laki-laki bernama Hibiya dan temannya Hiyori. Pada tanggal 15 agustus, Hibiya dan Hiyori mengambil sebuah les musim panas. Saat mereka hendak menyebrang, kucing yang berasa di pangkuan Hiyori lompat kejalanan, spontan Hiyori mengejar kucing itu dan tiba-tiba lampu lalu lintas untuk kendaraan bermotor hijau dan .... BRAK! Hiyori tertabrak sebuah truk. Seorang kagerou muncul  dan mengingatkan Hibiya kalau itu bukan candaan, lalu Hibiya masuk ke dalam sebuah ruangan, dengan ribuan jam yang berputar, namun ada sebuah jam yang berhenti. Saat Hibiya terbangun ia berada di kasurnya, tanggal 15 agustus tengah malam lewat beberapa menit. Siangnya, Hibiya kembali berangkat bersama Hiyori, Hibiya hanya menganggapnya sebagai mimpi. Namun, saat kejadian itu akan terulang kembali, Hibiya segera menarik tangan Hiyori dan mengajaknya pulang. Saat di perjalanan, beberapa tiang besi jatuh dari sebuah gedung dan menusuk tubuh Hiyori. Kagerou pun muncul dan berkata hal yang sama pada Hibiya, dia masuk ke dalam sebuah ruangan dengan ribuan jam itu lagi. Tak terasa hal itu sudah berulang selama bertahun-tahun *kalau waktu maju* dan Hibiya berpikir kalau dia harus menyelamatnya Hiyori (Sekaligus mati) agar bisa menyelamatkan musim panas mereka. Hibiya pun menyelamatkan Hiyori dari tabrakan sebuah truk yang membuatnya terbunuh. Lalu, tengah malam, pada tanggal 14 agustus Hiyori bangun dari tidurnya dan ternyata, Hiyori melihat kecelakaan yang dialami Hibiya selama bertahun-tahun dan mereka seling menyelamatkan *KAPAN SELESAINYA?????*


Ok, segitu lagi, kalau memangnya ada lagu yang menarik saya akan beritahu kalian *beritempe aja*


~*GUMI*~

Minggu, 05 Mei 2013

[RIN] chose who???

Rin POV
 Dipagi hari yang cerah, aku berbelanja ke Mall.katanya lagi obral nih, kalau ada nendoroid beli.... >w<
sesampai di mall,aku melihat nendoroid black rock shooter insane TINGGAL SATUUU! akupun berlari ke arah nendoroid tersebut. karena nendoroidnya tinggi sedangkan aku pendek,aku meminta bantuan kepada 2 orang yang tinggi. "maaf, bisakah kalian bisa mengambilkan nendoroid brs insane itu?" tanyaku kepada kedua orang tersebut. "ee? aku lagi capek. kise tolong ambilkan itu" ucap laki-laki yang berambut honey blonde dan jepitan rambut. laki-laki yang bernama kise itu langsung blushing saat melihatku. "kenapa? tolong ambilkan!" bentakku. kisepun langsung mengambilkan nendo brs insane. "etto... harganya 400 yen!" ucap kise dengan malu-malu. laki-laki yang menyuruh kise itu membisikkan sesuatu... yang ada dihatimu(?)
"karena kamu manis,rinto bilang diskon jadi 50 yen" Ucap kise sambil blushing. "ooh... terimakasih rinto-kun,kise-kun" ucapku dengan senyuman hangat. lalu akupun berlari. rinto dan kise hanya blushing berat
Saat diperjalanan pulang ke rumah, ada cowok berambut teal yang memelukku. "KYAAAAAA! RIN-CCCHIIII!" teriak cowok berambut teal tersebut. "lepaskan aku mikuo" desisku. laki-laki yang bernama mikuo itupun merinding dan melepaskan pelukannya. "Rin-cchi! aku dapat kaset DxD season 2! harganya 1 miliyar yen!" teriak mikuo. "nanti kita nonton sama taito-kun! aku mau beli snack. aku dapat teman baruuu!" ucapku dengan senyuman hangat. "siapa itu? pasti cowok, senyuman kamu itu membuat semua laki-laki melt down(?) lho!" tanya mikuo "namanya rinto dan KISE!" saat mengucapkan kise,aku blushing. "hahaha! kamu suka ama mereka berdua kan???"ucap mikuo sambil tersenyum ala troll. akupun menendang perutnya. "IYA! ugh! jangan bilang kisiapapun! ayo pulang!" bentakku sambil memegang tangan mikuo. "baiklah rin" ucap mikuo. dan kamipun pulang,beli snack,ajak taito untuk nonton high school dxd S2.

to be continued!

gimana? baguskah?

RIN 

[SeeU] My Little Sister




SeeU disini~~
lihat anggota lain pada nge-post sesuatu .. aku juga jadi pingin nge-post sesuatu~ sebenernya SeeU mau nge-post cerbung ini nanti .. Akhir Mei.. karna SeeU banyak urusan untuk bulan Mei ini -w-''
yak! silahkan dibaca~

   “My Little Sister”

“Nii-chan!! Ayo banguun!!!” terdengar teriakan seorang anak perempuan dari arah luar kamarku yg sangat mengganggu tidur nyenyakku
“i-iya .. sebentar lagi aku bangun .. aku masih ngantuk ~” ucapku sambil kembali menarik selimut dan kembali berusaha mencari posisi tidur yg nyaman
‘BRAK!’
karena kaget spontan aku langsung membuka mataku lebar-lebar tanpa terbangun dari tempat tidurku
“NII-CHAAAAAN!!!!! CEPAT BANGUUUN!!!!!!” ucap anak perempuan tadi seraya menarik selimut yg aku pakai
“ah! Miu-chan .. tenang lah .. hari ini kan hari minggu” ucapku santai sambil mencoba terbangun dari ranjang empuk tempatku tidur
“mama dan papa ingin membahas hal penting tau! Pokoknya sekarang Nii-chan mandi aja!” ucap Miu-chan, adikku sambil mendorongku menjauh dari tempat tidur
“ahaha! Setiap pagi selalu seperti ini, kapan mau berubah, Miu-chan, Akio-kun?” ucap mama yg sedang menyiapkan sarapan pagi.
“habisnya Nii-chan nyebeliin!!” ucap Miu-chan sambil membuang muka dan melipat tangannya diatas perutnya(?)
tanpa menanggapi perkataan Miu-chan, aku pun segera pergi ke kamar mandi untuk pergi mandi.
ah! Aku hampir lupa! Aku Akio Kurosuke. Sekarang aku kelas 3 SMP.. aku punya sepasang orang tua dan 1 adik .. adikku ini hanya berbeda 1 tahun denganku.. adikku ini juga, anak yg cukup populer di sekolah .. sama seperti kakaknya~ #PLAK
itu benar kok! Aku dan adikku itu memang cukup populer di sekolah~ hebatnya, aku dan adikku itu masih Single *HEBAT APANYA?!*
yap~ kami memang sedang mencari cinta masing2 #PLAK
=SKIP=
[@ruang keluarga]
“jadi .. apa yg mau mama dan papa bicarakan?” ucapku membuka pembicaraan
“besok, mama dan papa akan pergi ke London untuk bekerja.. mama dan papa akan berada di London selama 1 minggu.. kamu sebagai anak sulung di keluarga kita, papa mohon jaga adikmu baik2.. jangan sampai dia kenapa2” ucap papa
sejenak aku pun terdiam .. aku pun berpikir .. ‘kalau misalnya papa dan mama gk ada di rumah … berarti aku bisa bebas main! gk harus belajar terus! Aku juga bisa ngajak Miu-chan main Playstation!’
“dan .. jangan lupa belajar!”
aku pun tersadar dari lamunan singkatku ketika mama berbicara seperti itu
“i-iya ma.. pasti~”ucapku sambil memalingkan muka dan senyum2 sendiri
“Miu-chan akan mengamati kegiatanmu selama mama dan papa pergi ke London” tambah papa
“WUUUUT?! KENAPA HARUS MIU-CHAN??!! AKU KAN BISA JAGA DIRI SENDIRI!!” ucapku sambil protes dan melihat kearah Miu-chan yg santai2 aja
“kenapa? takut ketauan main game?” balas papa
“bu-bukan itu ..”ucapku mencari-cari alasan
aku  pun melirik Miu-chan yg dari tadi terlihat santai-santai saja.. Miu-chan pun tersenyum ramah terhadapku dan mengedipkan sebelah matanya kepadaku.. itu seperti bahasa isyarat yg menunjukan ‘tenang aja’
aku pun menarik nafas lega .. dan kembali duduk
“oh iya.. ini uang untuk 1 minggu” kata mama sambil mengasih sebuah amplop yg cukup tebal(?)
aku pun mengambil amplop itu dan kembali ke kamar
=SKIP=
hari ini papa dan mama pergi ke London .. aku gk bisa mengantar mereka ke bandara .. karna .. HARI INI HARI SENIN! Hari yg paling aku benci ..
“Nii-chan~ cepat! Jangan melamun! Ayo kita berangkat! Nanti kita terlambat!” lagi-lagi teriakan di pagi hari itu terdengar lagi.. tak lain dan tak bukan itu adalah teriakan Miu-chan.
“iya .. sabar” ucapku sambil mengambil tas dan berjalan pergi kearah mobil. aku dan Miu-chan pun naik ke mobil. Seperti biasa .. karna orang tua kamu terlalu sibuk bekerja .. jadi aku yg selalu membawa mobil ke sekolah.. walaupun sebenarnya kita memiliki seorang sopir pribadi..
“nee, Nii-chan ..” ucap Miu-chan pelan sambil menundukan kepalanya
“hm? Ada apa?”tanyaku datar-datar aja
“… perasaanku tak enak” gumamnya
“kau sakit?” tanyaku sok perhantian(?)
Miu-chan hanya terdiam dan tak berbicara apa-apa lagi. Sebenarnya dia kenapa sih?
[@School]
“woi, Akio-kun! Adik mu kenapa sih?! Dia murung terus loh?” Tanya seseorang dari belakang ku
“eh? Ternyata kau juga merasakannya ya, Seiichi-kun?” balasku
“hampir semua anak cowok di sekolah merasakannya lho~” mendenar ucapan sahabatku tadi.. aku pun kaget. Sebenarnya Miu-chan itu kenapa? Apa sampai segelisah itu? Sampai-sampai hampir semua cowok di sekolah merasakan bahwa dia itu berbeda. Dengan cepat aku pun pergi ke kelas Miu-chan meninggalkan sahabatku itu.
“hosh.. hosh.. pe-permisi! Apa ada Miu?” ucapku
seisi kelas Miu langsung memperhatikan ku. Aku melirik meja Miu, ternyata dia tak ada.
“A-AKIO-KUUUUN~~~~”dengan serempak semua anak cewek dikelas Miu-chan pun mengerumbuniku. Karena kaget, spontan aku berlari kearah Rooftop sekolah. Kebetulan sekali aku melihat Miu-chan di sana ..
“Miu---“ ucapanku terpotong ketika aku melihat wajahnya yg sangat gelisah
“kamu kenapa??” tanyaku agak sedikit panik
“aku gk apa2 ..” aku tau Miu-chan akan menjawab seperti itu.. ya .. mungkin dia sedang tak ingin menceritakannya padaku.. mungkin nanti dia akan menceritakan hal ini kepadaku
=SKIP=
[@rumah]
setelah beberapa lama suasana rumah sepi, akhirnya kembali seperti biasa.. entah kenapa Miu-chan kembali seperti biasa.. aku tak mengerti..
“KRIIING!!”
tiba-tiba telepon rumah berbunyi saat aku sedang asik baca komik..
“biar aku yg angkat telepon-nya~” ucap Miu-chan sambil berjalan kearah telepon rumah
aku pun kembali fokus dengan komik yg aku baca.
“iya, dikediaman Kurosuke..” aku bisa mendengar apa yg Miu-chan ucap .. walau pun hanya sedikit..
‘mungkin itu temannya’ ucap batinku
“APA??!!!” aku terhentak kaget ketika mendengar teriakan Miu-chan yg lumayan keras.. aku pun segera menghampirinya. Aku melihat matanya terbelalak, wajahnya memucat, dan .. dia menangis?
“ADA APA?!” tanyaku panik.
Tanpa aku tau kenapa.. Miu-chan tiba-tiba saja memelukku sambil menangis.. tangisan yg belum pernah aku lihat dari Miu-chan .. aku pun berusaha menenangkannya sambil berpikir sebenarnya apa yg telah terjadi sehingga membuat Miu-chan menangis ..
“Nii-chan!! ……… papa …… mama……” gumam Miu-chan
“ada apa dengan papa dan mama?” tanyaku spontan
“… mereka pergi … hiks..”ucap Miu-chan dengan tangisan yg semakin menjadi-jadi
‘mereka pergi’? aku tau mereka pergi .. mereka pergi ke London .. dan tanpa Miu-chan beri tau juga aku tau.. tapi .. kenapa Miu-chan harus menangis?
“hiks … mereka pergi untuk selamanya ..” sambung ucapan Miu-chan
entah apa yg ada di pikiranku.. aku pun langsung menarik tangan Miu-chan menuju mobil..
“BERI TAU AKU MEREKA ADA DIMANA?!” ucapku sambil masuk ke dalam mobil..
“HUAAAAA!!!!” tangisan Miu-chan tambah menadi-jadi
“JANGAN NANGIS! BERI TAU AKU! SEKARANG!” emosiku mendadak naik .. aku tak bisa berpikir dengan jernih .. aku tak tau harus bagai mana lagi ..
Miu-chan pun memberi tau ku ada di rumah sakit mana papa dan mama berada. dengan cepat aku menyuruh sopir pribadi keluargaku mengendarai mobil menuju tempat tujuan.

di sepanjang perjalanan.. aku tak bisa memikirkan apa pun selain papa dan mama. Miu-chan juga henti-hentinya menangis.. aku tak tau aku harus berbuat apa ketika papa dan mama taka da lagi..
[@Rumah Sakit]
aku melihat 2 orang mayat yg terbaring kaku.. aku hanya bisa terpaku melihat 2 orang mayat itu.
Miu-chan kembali dengan tangisan yg hebat .. aku tak bisa melakukan apa pun.. aku dalam keadaan antara sadar dan tidak.. aku harap ini HANYALAH MIMPI!!
“permisi..”
Aku pun menengok kearah suara itu. Itu dokter .. dia membawa selembar kertas..
“ah.. dokter”
“apa anda Akio Kurosuke?” Tanya dokter itu
aku pun menjawabnya dengan anggukan
“saat ayahmu di bawa ke Jepang.. Ayahmu dalam keasaan keritis, dia menitipkan ini kepada saya” ucap dokter itu sambil memberikan secarik kertas itu kepadaku.
“terima kasih” balasku.. dokter itu pun pergi meninggalkan ruangan.
aku pun membuka kertas itu.. isinya sebuah surat..
from: your dad
to: my son
nak, papa tau sebentar lagi papa akan mati..
papa hanya minta kepadamu .. akurlah dengan adikmu.. juga jaga adikmu.. jangan biarkan dia kenapa-napa ..
papa dan mama juga minta maaf .. karna ada 1 hal yg papa sembunyikan darimu dan adikmu..
jadi .. sebenarnya kalian bukan lah saudara kandung .. mama menemukan adikmu di depan rumah kita, saat itu .. mama dan papa tak tega untuk memberikan anak yg di temukannya itu ke panti asuhan.. akhirnya mama dan papa memutuskan untuk merawat adikmu..
sekali lagi .. mama dan papa minta maaf yg sebesar-besarnya. Tetaplah berada disisi adikmu..

salam sayang

papa”

To Be Continue~

.. untuk lanjutannya nanti ya -w-'' SeeU banyak urusan yg belum terselesaikan(?)
SeeU usahakan secepatnya deh~
=SeeU-Cchi=

[MIKUO] Udah Lama Gak Post. Ini Dia Cerpennya

From The Deepest Mind
Ch. 000 (Oneshot)

Coba-Coba Bikin Cerita

    Ini Adalah Cerita Tentang Dua Anak Yg Mencari Kesempatan Kedua. Dan Cerita Ini Di Mulai Ketika Kedua Anak Tersebut Bertemu
Anak 1 : "Babababa..Babubababu...Bubababuba"
Anak 2 : "Babubibabuba..Bubabiba..Babibubaba
Mereka Berdua Bertemu Saat Masih Bayi.
6 Tahun Pun Berlalu. Mereka Sudah Jadi Anak Yg Dewasa "geDE WAdul kaSAsaha" (Yg Gak Ngerti. Tanya Orang Sunda). Mereka Bertemu Kembali Di Jalan.
Anak 1 : Hei. Kita Jajan Yuuk
Anak 2 : Jajan Apah?
Anak 1 : Kita Jajan Combro Sama Cireng.
Anak 2 : Dimana?
Anak 1 : Di Hatimu
Anak 2 : Bisa Aja Kamu
Dengan Malu-Malu Anak 1 Meraih Tangan Anak 2 Dan Berkata
Anak 1 : Ayo Kita Pergi. Sopir Angkot Debelakangmu Udah Ngambek-Ngambek
Mereka Tidak Sadar Selama ini Mereka Berdiri Di Tengah Jalan. Dan Membuat Jalan Macet 3 KM.
Tapi Saat Mereka Menepi. Tiba-Tiba Ada Motor Yg Hampir Menabrak Anak 2. Anak 1 Pun Reflek Dan Medorong Anak 2. Anak 2 Terlempar Ke Pinggir Jalan.
Anak 1 : (Dalam Hati : Syukurlah Aku Bisa Selamatkan Anak 2 Dari Bahaya)
Saat Melihat Keadaan Anak 2. Anak 2 Sudah Tak Bernyawa Dan Di Penuhi Darah. Karena Tertabrak Kereta Yg Melintas Di Rel Pinggir Jalan.
Anak 1 : . . . . (Dalam Hati : Aku Bisa Selamatkan Dia Dari Bahaya. Tapi Aku Tidak Bisa Selamatkan Dia Dari MAUT).
Fin

[Galaco] Karakuri Burst ver. KBF ~Chapter 4

Yoo~~ Galaco here!
Setelah sekian lama, Galaco memutuskan untuk menyelesaikan Chapter 4. Terima kasih atas komen-nya! ^^
Dan untuk Rin-san, maaf. Tapi kami ga yuri. Kami masih normal.
Here we go!!

Karakuri Burst
Story by Galaco
All character belong to the respective owner

MEIKO-sama, mereka sudah mulai bergerak.”lapor seorang gadis bersambut hitam model twintails. “Aku tau itu, BLACK.”sahut seseorang yang berambut coklat pendek. “Kurasa, kiriman Kuro-whatever itu lumayan handal, MEIKO-sama.”timpal seseorang besurai pink dan biru diujungnya. “Mereka dapat menghindari semua seranganku.”lanjut gadis itu. Orang yang dipanggil 'MEIKO' mengangguk.

BLACK, SNIPER, DRILL, FAN, kau harus memata-matai mereka.”bisik MEIKO. BLACK, atau Zatsune mengangguk. SNIPER, atau Harushirayuki menyiapkan senjata apinya. DRILL, atau Tettoveiten Incandeum sibuk dengan pisau-pisaunya. Dan FAN, atau Code;Mizuki, tentu sedang menyiapkan kipas-kipas lipatnya.

Aku tak ingin kalian gagal kali ini.”
-**-
Yue, kita harus pergi ke Amalienborg sekarang juga!”pekik Galaco saat mendengar berita dari televisi, mengenai desas-desus pembunuhan di Amalienborg. Yuezhe menatap layar televisi malas. Tapi, begitu mendengar berita itu. Ia langsung terkejut.

Ayo, Gal!”teriak Yuezhe sambil menarik tangan Galaco dan beranjak pergi ke Amalienborg. Lebih tepatnya, berlari. Galaco, masih sempat meraih jubah hitamnya yang terselampir di kursi. Sehingga, ia masih dapat memakainya.

Kuharap, kita tak terlambat.”doa Yuezhe. “Yah, kau benar.”sahut Galaco. Dengan kecepatan penuh, keduanya berlari sekuat tenaga. Bagusnya, kedua gadis sinting itu berhasil sampai di Amalienborg. Apa yang berusaha mereka lakukan, sih?

Yuezhe dan Galaco mendengar sebuah jeritan dari seseorang. Galaco dapat memastikan bahwa yang berteriak tadi adalah seorang gadis. Keduanya bertatapan untuk beberapa saat. Tanpa pikir panjang, keduanya langsung berlari memasuki Amalienborg.

Tapi, sepertinya kebersamaan mereka tak berjalan mulus. Dua buah lorong yang mengarah ke kanan dan ke kiri memaksa keduanya untuk berpisah.

Kau ke kanan, aku ke kiri. Pastikan bahwa dirimu baik-baik saja.”perintah Galaco sambil berlari ke lorong kiri. Yuezhe terhenyak. Namun, dia segera mengumpulkan semua dari dirinya dan berlari ke lorong kanan. “Kita akan bertemu lagi disini!”teriak Yuezhe. Yuezhe merasa lega setelah mendengar sahutan setuju dari Galaco.

Yuezhe mendapati bahwa lorong kanan tak terlalu panjang. Hanya sekitar 10-13 meter. Dia tak menemukan apapun kecuali sebuah lorong gelap. Benar-benar gelap. Ia bahkan hanya dapat melihat salah satu jendela yang beruntung sekali bisa mendapat sedikit berkas cahaya dari bulan. Ia memperlambat langkah kakinya, agar tak menciptakan suara yang keras. Secara, dia dan Galaco selalu memakai boots ber-hak.
Tiba-tiba, ia menabrak seseorang. Samar-samar, ia melihat syal berwarna ungu tua dan surai rambut berwarna ungu pula. Yuezhe segera mencabut belatinya dan menodongkannya tepat di dada orang itu, meski ia tak dapat melihat dengan jelas. Hatinya berdebar keras, tak dapat mengingat siapa orang yang ia kenal dan memiliki surai ungu.

Yueliang? Itu kau?”tanya orang itu. Seketika, perasaan Yuezhe menjadi tenang. Ia merasa sangat mengenal suara ini. Setelah mengingat-ingatnya, ia ingat bahwa ini adalah suara Letnan Taito Shion, yang secara perlahan-lahan memikat hatinya.

... Letnan Shion?”tanya Yuezhe balik. Ia terkesan gugup sekali. “Ah, syukurlah itu benar-benar kau, Yueliang. Apa kau baik-baik saja?”tanya Taito khawatir. Yuezhe tercekat suaranya. “I-Iya...”

Sementara itu, Galaco dengan terengah-engah tetap berusaha berlari. Lorong kiri ini memang sangat panjang. Sekitar 30-35 meter, menurut perhitungan Galaco. Suara hak yang berpapasan dengan lantai menghiasi setiap langkahnya. Keringat mengalir deras dari pelipisnya. Nafasnya begitu memburu. Dia butuh istirahat.

Benar saja, setelah beberapa langkah ia penuhi, dia sampai di ujung lorong. Ia menemukan seorang gadis muda tergeletak tak bernyawa di dinding. Keadaannya begitu naas. Matanya hanya tersisa satu, sedangkan mata lainnya sudah hilang entah kemana. Badannya bermandikan darah.

Perlahan, Galaco berjongkok dan mengusap darah dari salah satu luka di tubuh gadis malang itu. Terdapat sebuah luka tusuk yang membentuk simbol Karakuri Eyes. Galaco menghela nafas. Jika saja ia lebih awal, ia mungkin bisa menyalamatkan gadis ini. Penyesalan selalu datang belakangan.

Senang bisa melihatmu hidup, Tranquillia.”desis seseorang dengan nada meremehkan. Galaco berbalik. Dia melihat seseorang dengan rambut berwarna merah yang dimodel drill. Pandangannya menyipit. Diam-diam, dia mengambil Mini-Uzzinya yang selalu ia bawa. Naas, dia baru sadar kalau dia meninggalkan senjata api kesayangannya itu di meja kamarnya.

Kau...”desis Galaco kesal. Gadis berambut merah-drill itu tertawa keras. “Mana senjatamu, sayang? Kulihat, kau tak mengeluarkan apapun dari tadi.”ejeknya. Galaco berdecih kesal. “DRILL, kau...”desis Galaco makin keras.

Yap, gadis itu adalah DRILL. Sang pemain pisau ter-handal dari Karakuri Eyes. Galaco sebenarnya mengharapkan BLACK yang datang, supaya dia bisa menghantam wajah cantik BLACK dengan kepalan tangannya. Tapi, dia bukannya tak ingin memukul wajah DRILL, dia hanya ingin melakukannya terlebih dahulu pada BLACK.

Jadi, sayang. Kukira, akan lebih mudah untuk menghabisimu sekarang, bukan? Mengingat kau tak membawa senjata apapun kali ini.”celetuk DRILL. Galaco mempersiapkan dirinya. Jemari lentiknya sudah menggenggam lengan kanan dari mayat yang ada di belakangnya. 'Nona, aku minta maaf. Tapi, aku pinjam tubuhmu. Sebentar saja.'batin Galaco. Sementara itu, Galaco juga menahan tangan kirinya yang berdenyut sakit.

Benar saja, DRILL menarik belati yang ada di pinggangnya dan melemparkan benda mematikan itu ke arah Galaco. Entah kenapa, tangan kiri Galaco yang ia gunakan untuk meremas lengan mayat itu serasa tak sanggup digunakan. Secara reflek, ia memejamkan mata dan menulis segala pesan terakhirnya di memori otaknya. Bersiap untuk bertemu dengan kematian.

Galaco! Awas!”

Pekikan seseorang terdengar seiring Galaco merasa tubuhnya direngkuh oleh sepasang tangan kokoh. Ia juga merasa sosok itu membawanya menjauh dari tempat ia terduduk mempersiapkan kematiannya.

Galaco perlahan membuka matanya. Ia mendapati seorang pria berseragam yang jelas sekali, bahwa seragam itu berasal dari Batalyon KBF. Beberapa surai teal nampak di sekitar pelipis pria itu. Kedua tangannya tetap memeluk Galaco. Galaco sadar. Pria itu tak lain tak bukan adalah Letnan Mikuo Chamberline.

L-Letnan?!”tanya Galaco tak percaya. Mikuo melepas pelukannya perlahan. Sekilas, Galaco melihat bercak-bercak merah di lengan kanan Letnan yang dikaguminya itu. Ia terbelalak. Lengan kirinya memang sakit, tapi sama sekali tak mengeluarkan darah.

Kau baik-baik saja, Galaco?”bisik Mikuo tepat di telinga Galaco. Galaco yang masih kaget hanya mengangguk kecil. “Letnan, tanganmu...”gumam Galaco. Mikuo hanya tersenyum. “Asal kau baik-baik saja.”potong Mikuo.

Yeah, yeah. Mengharukan, menyentuh sekali. Tapi, kurasa sekarang adalah saat yang paling tepat untuk menghabisi kalian berdua.”seru DRILL merusak suasana. Mikuo dan Galaco segera berbalik. Keduanya berdiri tegap menghadapi sosok bersurai merah itu.

Dua lawan satu, eh? Menarik.”komentar DRILL. “Tapi maaf saja, Romeo, Juliet.”lanjut DRILL. Tangannya sudah naik ke atas dan...

STOP!”

Seorang gadis berambut honey-blonde yang menggunakan eyepatch hitam di mata kanannya memeluk DRILL dari belakang. Dia adalah Mayor Rinnie Speculene! “Kau!”pekik DRILL kesal. Dia berusaha bergerak, tetapi Rin (Ia benci dipanggil Rinnie) memeluknya erat sekali.

Tranquillia, Letnan Chamberline, segera ke tempat itu! Yueliang dan Letnan Shion sudah menunggumu! Aku akan mengurus DRILL!”perintah Rin. “Tapi, Mayor...”

LUPAKAN AKU!”

Lengkingan dari Mayor yang terkenal yangire itu membuat Galaco menarik bahu Mikuo dan segera berlari menjauh. Sungguh, aku kasian melihat Mikuo yang diseret Galaco dengan sadis. Sepertinya, roh dari Letnan itu sudah keluar dari tadi. “Kau diam saja. Diam atau kuperkosa. Diam atau kuperkosa.”bisik Galaco berulang kali. Mikuo nampak sangat ketakutan hingga terlihat sudah tewas. “Berhenti kau!”pekik DRILL. Rin masih memeluknya erat. “Kau lawanku, Tettoveiten Incandeum!”

Jangan panggil aku dengan nama itu!”jerit DRILL. “Kau mau melupakan masa lalumu, hn?”tanya Rin. “Kau juga melupakan masa lalumu, SAW!”jawab DRILL keras. Rin terpaku.

Dia dulu adalah seorang anggota Karakuri Eyes. MEIKO menemukannya saat ia tersandung sebuah mayat di pinggiran Copenhagen. Wanita bengis itu menawarkannya tempat untuk berlindung. Ia tak habis pikir, mengapa ia menurutinya waktu itu. MEIKO memberinya nama SAW setelah dia menusuk mata kanan Rin. MEIKO juga melempar sebuah gergaji mesin yang masih menyala ke arah Rin. Sehingga, bagian bahu sampai pinggangnya tergores sangat dalam. Beruntung, seorang yang Rin ketahui bernama BLACK membalut lukanya. Semenjak itu, Rin selalu berusaha untuk keluar dari Karakuri Eyes. Berkali-kali ia mencoba, hingga akhirnya, dia berhasil lolos dari sana. Meski jiwanya sudah terkontrak di Karakuri Eyes, dan nanti akan kembali ke sana dengan sendirinya. Kecuali jika ia tewas duluan, tentu saja.

DRILL melompat dan salto. Posisi berubah, ganti DRILL yang memeluk Rin dari belakang. DRILL perlahan meletakkan dagunya di bahu Rin dan tangannya mulai meraba bekas luka Rin yang tertutup oleh seragam resmi Kepolisian Jerman. Sedangkan Rin terpaku. Serasa tak bisa bergerak lagi.

Katakan padaku, sayang...”bisik DRILL. Rin mual mendengar panggilan itu. Meski dapat Rin akui, suara DRILL begitu—

Tunggu, ini bukan fict rated-M. Author labil ini mungkin sedang membaca beberapa fict yang— Tidak. Aku masih sayang hidupku. Jangan acungkan pisau itu ke mukaku, Author.

Apa kau bisa melupakan betapa sakitnya terkena gergaji mesin yang masih menyala oleh MEIKO-sama?”tanya DRILL, masih berupa bisikan. Rin membeku di tempatnya. Ingin baginya untuk menampar keras-keras wajah DRILL hingga tak berbentuk, atas semua kalimat menjijikkannya. “Bergabunglah... Dan kau tak akan perlu menyesal harus membunuh teman-temanmu lagi...”lanjut DRILL sambil menopangkan kepalanya di bahu Rin.

Rin yang sudah benar-benar muak langsung membalikkan badannya dan mengambil gergaji mesinnya-yang-entah-darimana-ia-dapatkan. Ia mengacungkannya tepat di muka mantan-partnernya itu. “Asal kau tau, sayang. Aku tidak pernah menyesal membunuh kalian.”tegas Rin dingin sambil menekankan kata 'sayang'.

DAN AKU TIDAK LESBIAN!!”jerit gadis honey-blonde itu marah. Ia melemparkan gergajinya ke arah DRILL. Namun, DRILL dengan cepat bisa menghindar dan melompat. Dengan sekali gerakan, DRILL melempar sebilah pisau ke arah mesin gergaji Rin. Sehingga, gergaji itu berhenti bekerja.

Apa kemampuanmu berkurang setelah luka itu mengering, sayang?”tanya DRILL lembut sembari meluncurkan tiga bilah pisau ke arah Rin. Rin memang cekatan menghindarinya, tetapi sebilah pisau menggores pipi porselennya.

Kau...”

BERANI-BERANINYA KAU MERUSAK GERGAJI-CHAN KESAYANGANKUUUU”

Pekikan marah itu membuat suara tendangan, pukulan, dan luncuran pisau yang mendesing terdengar jelas. Rin yang sudah terbakar amarah memakai kemampuan bela dirinya untuk menghajar DRILL. Sementara DRILL terus melempari Rin dengan pisau.

Hingga pada puncaknya, Rin yang sudah terluka parah berhasil meraih kaki DRILL. Dengan segala kekuatannya, ia membanting DRILL keras-keras ke lantai. Membuat setengah liter darah keluar dari mulut DRILL. Rin langsung menduduki DRILL.

Dengan kasar, Rin menyibakkan poni yang menutupi mata kiri DRILL. Menampakkan mata tertutup yang terlihat tergores dengan sangat-amat-dalam-sekali. DRILL menatap mantan-partnernya itu dengan tatapan memohon.

Jangan! Jangan bunuh aku! Kumohon!”pinta DRILL sambil berurai air mata. Rin mengulurkan tangannya. Ia mengusap air mata DRILL. “Maafkan aku, sayang...”bisik Rin dengan nada sendu. “Tapi kau...”lanjutnya.

Rin mengulurkan kedua tangannya dan mencekik leher DRILL kuat-kuat. “HARUS MATI! MATI! MATI! MATI! MATIIIII!!!”teriak Rin marah. DRILL tersentak dan berusaha mengangkat tangan Rin yang mencekiknya. DRILL berusaha mengambil oksigen sebanyak-banyaknya.

S-SAW... T-Tolo... Ngg—“erang DRILL. “JANGAN PANGGIL AKU SAW!!!”sanggah Rin keras. Pegangan tangan DRILL melemas. Ia benar-benar kehabisan oksigen. Matanya meredup. Seiring dengan cekikan Rin yang kian kuat, sebuah kalimat keluar dari mulutnya. “... S-elama...-t ti...ngg..al, Rin...nie Spe-cule...ne...”

Rin tersenyum puas. Dia mengambil sebilah pisau DRILL dan mulai merusak tubuh gadis berambut maroon yang masih bernafas 3 menit yang lalu itu. “Selamat tinggal juga, Tettoveiten Incandeum. Tidur yang nyenyak, ya.”sahut Rin. Selanjutnya, kita hanya bisa menemukan 2 buah mayat yang sama-sama tak berbentuk dan seorang gadis yang melangkah menjauh.
-**-
Maafkan saya, Letnan.”ungkap Galaco sambil membalut lengan Mikuo yang terluka. “Tak apa—AW!!”jerit Mikuo saat Galaco tak sengaja mengikat terlalu kencang. “Maaf.”lirih Galaco. 'NYAHAHAHA. Sokorin. Dasar Letnan bawel! Balas dendam, Balas dendam!!!'batin Galaco.
-xx-
APA?!”bentak MEIKO begitu Haru melaporkan bahwa DRILL sudah tewas. Ia menggeram dan memukuli dan menendangi Haru. “Harusnya kau datang lebih awal! Gadis tak berguna!”hardik MEIKO. Sementara Haru hanya meringis kesakitan seraya memohon untuk diampuni. Puncaknya, MEIKO menusuk sebilah pisau pada Haru hingga ia terkapar tak berdaya. “Bawa dia ke ruangan pengobatan.”desis MEIKO. BLACK, FAN, dan FLY (APPEND Miku Hatsune) segera melarikan Haru ke ruangan yang disebutkan MEIKO.

Kau takkan kumaafkan... Kuroneko.”

TO BE CONTINUED


Agak aneh, ya? Soalnya udah lama ga dilanjutin xD
Komen untuk saran ya!!

!Galaco!